JAKARTA - Menjelang perayaan Idul Fitri 2026, pemerintah kembali menyiapkan langkah strategis untuk menekan biaya perjalanan masyarakat.
Salah satu kebijakan yang tengah difinalisasi adalah pemberian insentif berupa diskon tiket pesawat pada periode mudik dan balik Lebaran.
Kebijakan ini diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong pergerakan ekonomi nasional di momentum hari besar keagamaan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa insentif Lebaran 2026 saat ini sedang disiapkan oleh pemerintah.
Menurutnya, stimulus tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan mobilitas masyarakat tetap terjaga tanpa memberikan tekanan berlebih pada pengeluaran rumah tangga.
“Insentif Lebaran (Idul Fitri 2026) sedang disiapkan,” ujar Airlangga.
Kebijakan diskon tiket pesawat ini juga dipandang penting untuk mendukung sektor transportasi dan pariwisata yang biasanya mengalami lonjakan aktivitas selama periode Lebaran.
Dengan biaya perjalanan yang lebih terjangkau, pemerintah berharap masyarakat dapat merencanakan mudik dengan lebih nyaman dan aman.
Diskon Tiket Pesawat Masuk Paket Insentif Lebaran
Airlangga menjelaskan bahwa insentif Lebaran yang sedang disiapkan tidak hanya terbatas pada satu kebijakan.
Pemerintah merancang paket stimulus yang mencakup diskon tarif transportasi udara, kebijakan pendukung perjalanan, serta berbagai stimulus lain yang bertujuan memastikan kelancaran arus mudik dan arus balik.
“(Stimulus Lebaran) termasuk tarif-tarif untuk diskon pesawat dan yang lain,” kata Airlangga menerangkan.
Diskon tiket pesawat dinilai menjadi salah satu instrumen penting karena transportasi udara masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk perjalanan jarak jauh, terutama antarwilayah kepulauan.
Dengan adanya diskon, ongkos perjalanan diharapkan dapat ditekan, sehingga beban biaya masyarakat saat mudik Lebaran tidak terlalu berat.
Pemerintah berharap insentif Lebaran Idul Fitri 2026 mampu memberikan dampak berlapis, mulai dari peningkatan kenyamanan publik, kelancaran mobilitas, hingga penguatan konsumsi domestik.
Selain itu, sektor pariwisata dan transportasi juga diharapkan ikut terdorong seiring meningkatnya jumlah perjalanan selama periode libur panjang.
Belajar Dari Kebijakan Lebaran Tahun Sebelumnya
Kebijakan insentif Lebaran bukanlah hal baru. Pada perayaan Idul Fitri 2025, pemerintah juga telah memberikan berbagai stimulus untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Saat itu, Presiden Prabowo Subianto mengumumkan delapan kebijakan strategis guna mendorong ekonomi pada kuartal pertama 2025, termasuk stimulus untuk mengungkit daya beli masyarakat.
Salah satu kebijakan tersebut adalah stimulus Ramadhan–Lebaran 2025 yang mencakup diskon harga tiket pesawat, diskon tarif tol, serta berbagai program diskon belanja seperti Harbolnas 2025, EPIC Sales 2025, dan BINA Diskon 2025. Kebijakan tersebut terbukti memberikan dorongan terhadap aktivitas ekonomi selama periode libur Lebaran.
Pemerintah pada saat itu juga menerapkan sejumlah kebijakan pendukung lainnya untuk memastikan kelancaran mobilitas masyarakat.
Presiden Prabowo menginstruksikan penurunan tarif tol dan harga tiket pesawat guna memudahkan perjalanan selama Ramadhan dan Idul Fitri 1446 Hijriah atau 2025 Masehi.
Langkah-langkah tersebut diambil sebagai bagian dari upaya pemerintah mendukung kelancaran arus mudik, sekaligus memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dan merayakan hari raya dengan lebih nyaman.
Fokus Jaga Daya Beli dan Kelancaran Mudik
Selain diskon tiket pesawat, pemerintah juga menaruh perhatian pada kelancaran infrastruktur dan pelayanan publik selama periode mudik.
Pada Lebaran sebelumnya, tarif tol di beberapa ruas jalan utama turut diturunkan, terutama saat libur Idul Fitri dan Hari Raya Nyepi yang waktunya berdekatan.
Presiden juga meminta Menteri Perhubungan, Menteri BUMN, Menteri Pekerjaan Umum, serta seluruh menteri terkait untuk terus memantau kesiapan fasilitas transportasi.
Pengawasan ini mencakup layanan bandara, pelabuhan, jalan tol, hingga moda transportasi lainnya agar masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman dan lancar.
Kebijakan insentif Lebaran 2026 diharapkan melanjutkan pola tersebut dengan penyesuaian sesuai kondisi ekonomi terkini. Pemerintah menilai bahwa menjaga daya beli masyarakat menjadi kunci penting dalam menjaga stabilitas ekonomi, terutama di tengah tantangan global yang masih berlangsung.
Dengan menyiapkan diskon tiket pesawat dan berbagai stimulus pendukung lainnya, pemerintah berharap perayaan Lebaran 2026 tidak hanya menjadi momentum silaturahmi dan ibadah, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian nasional.
Sinergi antara kebijakan fiskal, transportasi, dan pelayanan publik diharapkan dapat menciptakan arus mudik yang lancar, biaya perjalanan yang lebih terjangkau, serta dampak ekonomi yang positif bagi berbagai sektor.