Patung Macan Viral di Kediri Bawa Berkah Ekonomi Warga

Selasa, 06 Januari 2026 | 09:01:21 WIB
Patung Macan Viral di Kediri Bawa Berkah Ekonomi Warga

JAKARTA - Viralnya sebuah patung macan putih di Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, ternyata membawa cerita lebih dari sekadar bahan candaan warganet.

 Meski dianggap aneh karena wujudnya dinilai lebih mirip zebra hingga kuda nil, kehadiran patung tersebut justru menjadi magnet baru yang menggerakkan perekonomian desa dan mendatangkan banyak pengunjung.

Alih-alih menjadi simbol yang memalukan, patung yang semula menuai ejekan itu bertransformasi menjadi ikon wisata spontan. Rasa penasaran publik membuat arus warga dari berbagai daerah datang untuk melihat langsung sosok macan putih yang kini viral di media sosial.

Pengunjung datang berfoto, berkeliling, dan menikmati suasana desa, sehingga kehidupan warga sekitar yang sebelumnya biasa saja kini berubah lebih dinamis dan ramai.

Daya Tarik Viral yang Mengundang Wisatawan

Fenomena ini bermula dari unggahan media sosial yang menyoroti anatomi unik patung tersebut. Sejak itu, Desa Balongjeruk tidak pernah sepi. Pengunjung berdatangan, bukan hanya dari Kediri, tetapi juga dari luar kota.

Salah satunya adalah Feracrus, yang rela menempuh perjalanan panjang menggunakan sepeda motor demi melihat langsung patung tersebut.

"Sengaja datang karena ingin melihat langsung patung macan putih yang viral itu," ujarnya saat ditemui di lokasi.

Bagi sebagian orang, bentuk wajah patung yang dinilai menyimpang justru terlihat menggemaskan. Banyak yang menjadikannya latar swafoto, lalu membagikannya kembali ke media sosial, membuat fenomena ini semakin meluas.

Simbol Legenda Lokal di Balik Patung Unik

Di balik bentuknya yang menuai kritik, patung macan putih ini sejatinya memiliki nilai budaya. Kepala Desa Balongjeruk, Safi'i, menjelaskan bahwa pembangunannya dilatarbelakangi keinginan mengangkat kearifan lokal dan legenda masyarakat setempat.

Dalam kepercayaan warga, macan putih dipercaya sebagai penjaga atau danyang desa, sosok pelindung yang dihormati turun-temurun.

Menanggapi komentar miring warganet, Safi'i memilih bersikap tenang dan menjadikannya masukan.

"Kami mengapresiasi perhatian masyarakat luas. Ini akan menjadi bahan evaluasi kami," tutur Safi'i.

Alih-alih marah, pemerintah desa justru melihat kritik sebagai peluang untuk memperbaiki sekaligus memaksimalkan potensi wisata yang muncul.

Dampak Ekonomi yang Tak Terduga bagi Warga

Yang paling terasa dari viralnya patung ini adalah meningkatnya aktivitas ekonomi. Area sekitar patung kini berubah seperti pasar dadakan. Pedagang datang silih berganti, menawarkan makanan, minuman, hingga berbagai cendera mata.

Menurut Safi’i, jumlah pedagang meningkat tajam dalam waktu singkat.

"Awalnya mungkin hanya sekitar 10 pedagang, sekarang setiap hari terus bertambah. Bisa lebih dari 100 pedagang yang berjualan di sekitar situ," terang Safi'i saat dihubungi.

Usaha mikro dan kerajinan lokal ikut terdorong. Warga memanfaatkan momen ini dengan mencetak kaos bergambar patung macan putih yang viral.

Ningrum, salah satu pedagang, mengaku kaget dengan ramainya peminat.

"Saya baru mencoba jualan di sini karena melihat suasananya ramai. Bahkan sejak subuh sudah banyak yang foto-foto," kata Ningrum.

Ia menambahkan, pesanan kaos terus bertambah.

"Tadi baru masuk lagi 50 pesanan untuk tanggal 25 dari pihak pemerintah sini," imbuhnya.

Keberadaan patung yang semula hanya dianggap sebagai bahan lelucon kini berubah menjadi sumber rezeki baru bagi warga sekitar.

Antara Candaan Warganet dan Peluang Pengembangan Wisata

Fenomena patung macan putih di Kediri menunjukkan bagaimana sesuatu yang viral bisa membawa dampak tak terduga. Ejekan warganet mungkin tak sepenuhnya bisa dihindari, namun masyarakat Desa Balongjeruk memilih melihat sisi positifnya.

Patung ini bukan hanya simbol budaya, tetapi juga pintu masuk bagi peluang pariwisata desa. Dengan penataan yang lebih baik, pemerintah desa berpotensi menjadikannya destinasi yang benar-benar terkelola, sehingga manfaat ekonominya lebih merata.

Pada akhirnya, kisah patung macan putih ini menjadi pengingat bahwa sesuatu yang tampak sederhana  bahkan dianggap lucu  bisa menghadirkan perubahan sosial dan ekonomi yang signifikan bagi sebuah komunitas.

Terkini