MBG

Ahli Internasional Nilai Program MBG Investasi Besar Indonesia

Ahli Internasional Nilai Program MBG Investasi Besar Indonesia
Ahli Internasional Nilai Program MBG Investasi Besar Indonesia

JAKARTA - Di tengah fokus pemerintah memperkuat sumber daya manusia, Presiden RI Prabowo Subianto menempatkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu pilar penting untuk masa depan bangsa. 

Dalam peringatan Natal Nasional 2025 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, 05 Januari 2026, ia mengungkapkan bahwa inisiatif ini tidak hanya mendapat perhatian luas di dalam negeri, tetapi juga diapresiasi kalangan ahli internasional. 

Melalui pendekatan yang menekankan manfaat jangka panjang, Prabowo menyoroti bagaimana MBG dipandang sebagai investasi strategis bagi generasi mendatang.

Apresiasi dari kalangan internasional

Prabowo menyampaikan bahwa sejumlah ahli dari Amerika Serikat yang berasal dari Rockefeller Institute datang langsung ke Indonesia dan meninjau implementasi MBG. Mereka menilai program ini memiliki nilai investasi yang sangat besar bagi bangsa.

"Ahli-ahli dari Amerika, Rockefeller Institute datang ke Indonesia. Lihat kita punya proyek (MBG), dan menyampaikan kepada saya di Istana Merdeka. Ahli dari Rockefeller Institute dia mengatakan, 'Ini adalah investasi Anda yang terbaik'," ujar Prabowo.

Pengakuan tersebut menjadi sinyal bahwa kebijakan pemenuhan gizi tidak bisa dilihat hanya dari sudut pandang sosial, tetapi juga memiliki dampak luas terhadap peningkatan kualitas manusia, produktivitas, dan pembangunan ekonomi nasional.

Manfaat jangka panjang bagi perekonomian

Dalam keterangannya, Prabowo menuturkan bahwa para ahli memproyeksikan MBG dapat menghasilkan pelipatan ekonomi yang sangat besar. Namun, ia menegaskan kembali bahwa tujuan utama pemerintah bukan sekadar angka atau hitungan ekonomi.

Menurut ahli tersebut, MBG bisa menghasilkan pelipatan ekonomi mencapai 5-35 kali. Meski demikian, Prabowo menekankan, bukan soal ekonomi itu tujuannya untuk merealisasikan MBG melainkan peningkatan gizi anak Indonesia.

Bagi Prabowo, kebijakan ini lahir dari kepedulian terhadap anak-anak yang masih menghadapi keterbatasan akses makanan bergizi. Upaya memastikan mereka tumbuh sehat diyakini menjadi fondasi bagi kemajuan bangsa ke depan.

Dorongan moral untuk lindungi anak bangsa

Prabowo mengaku bahwa keputusan mendorong program MBG berangkat dari keprihatinan mendalam terhadap kondisi anak-anak di berbagai wilayah. Ia menilai, kebutuhan gizi layak seharusnya tidak menjadi kemewahan, tetapi hak dasar setiap anak Indonesia.

"Saya hanya didorong oleh... Tidak sampai hati saya melihat anak-anak Indonesia kurang gizi. Untuk mereka yang kaya, untuk mereka yang sudah mapan ya tidak penting. Tapi untuk anak-anak di banyak daerah makan bergizi itu sangat-sangat penting," jelasnya.

Pengalaman berkunjung ke daerah-daerah membuat Prabowo semakin yakin bahwa kebijakan ini harus diperluas. Banyak cerita dan pertemuan dengan masyarakat memperlihatkan masih adanya kesenjangan akses terhadap makanan sehat bagi anak-anak.

Harapan agar manfaat menjangkau seluruh daerah

Di berbagai kunjungan kerja, Prabowo kerap menerima aspirasi langsung dari masyarakat mengenai pelaksanaan MBG. Di balik ucapan terima kasih, masih ada daerah yang menunggu giliran untuk merasakan manfaat program tersebut.

"Setiap kali saya keliling daerah saya sedih. Karena walaupun ada yang teriak, 'terima kasih Pak MBG'. Saya maju lagi lima meter ada yang bilang, 'kapan Pak kami terima MBG?'," imbuh Prabowo.

Situasi itu menjadi dorongan bagi pemerintah untuk memperluas cakupan program secara bertahap dan merata. Bagi Prabowo, keberhasilan MBG bukan hanya soal pelaksanaan, tetapi juga memastikan tidak ada anak Indonesia yang tertinggal dalam pemenuhan gizi.

Dengan dukungan para ahli, apresiasi internasional, serta harapan besar dari masyarakat, pemerintah diharapkan mampu menjaga konsistensi program ini. 

Prabowo menekankan bahwa MBG adalah investasi panjang yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas generasi penerus dan memperkuat ketahanan bangsa dari waktu ke waktu.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index