JAKARTA -Pergerakan logistik nasional pada awal tahun menunjukkan aktivitas yang tetap stabil, bahkan cenderung meningkat meskipun memasuki periode Ramadan. Kondisi ini terlihat dari kinerja sejumlah operator pelabuhan yang mencatat peningkatan arus petikemas di berbagai wilayah operasional.
Peningkatan aktivitas distribusi barang menjadi indikator penting bagi stabilitas rantai pasok nasional. Meski biasanya aktivitas logistik menghadapi penyesuaian pada periode Ramadan dan menjelang Lebaran, sejumlah pelabuhan justru mencatat pertumbuhan kinerja yang cukup positif.
Aktivitas logistik pada awal Ramadan tetap menunjukkan tren positif di berbagai wilayah operasional IPC Terminal Petikemas (IPC TPK). Hingga Februari 2026, perusahaan mencatat arus petikemas sebesar 600.416 TEUs, meningkat 8,7 persen ketimbang periode yang sama tahun sebelumnya.
Secara bulanan, kinerja arus petikemas pada Februari 2026 juga menunjukkan tren positif. IPC TPK mencatat arus petikemas sebesar 300.525 TEUs, tumbuh 10,6 persen ketimbang Februari 2025 yang mencapai 271.521 TEUs. Capaian ini mencerminkan aktivitas logistik yang tetap terjaga di berbagai wilayah operasional perusahaan pada awal tahun.
Kinerja Arus Petikemas Tetap Stabil
Corporate Secretary IPC TPK, Pramestie Wulandary, mengatakan IPC TPK terus melakukan penguatan operasional terminal untuk memastikan kelancaran arus petikemas, khususnya pada periode ramadan dan menjelang libur lebaran.
"Kami juga mendukung kebijakan pembatasan operasional angkutan barang dengan melakukan penyesuaian pola operasional serta mengimbau pengguna jasa untuk mengatur kegiatan pengiriman dan pengambilan petikemas lebih awal," ujar Pramestie dalam keterangannya, Rabu, 11 Maret 2026.
Menurutnya, IPC TPK terus melakukan optimalisasi fasilitas terminal serta peningkatan produktivitas peralatan bongkar muat di berbagai area operasional.
Selain itu, perusahaan memperkuat penerapan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) untuk memastikan setiap aktivitas operasional berjalan aman, efisien, dan berkelanjutan.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menjaga kualitas layanan logistik sekaligus memastikan kegiatan distribusi barang tetap berjalan lancar di tengah meningkatnya aktivitas pengiriman menjelang hari besar keagamaan.
Kontribusi Terminal Tanjung Priok
Kontribusi terbesar terhadap arus petikemas masih berasal dari terminal di kawasan Tanjung Priok. Hingga Februari 2026, arus petikemas di Tanjung Priok 1 tercatat mencapai 208.198 TEUs, meningkat sekitar 14 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 182.727 TEUs.
Sementara itu, Tanjung Priok 2 mencatat arus petikemas sebesar 286.613 TEUs, tumbuh 6,9 persen dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya yang sebesar 268.127 TEUs.
Peningkatan aktivitas di kawasan pelabuhan utama tersebut menunjukkan bahwa Tanjung Priok masih menjadi pusat utama aktivitas logistik dan distribusi barang di Indonesia.
Peran strategis pelabuhan ini juga membuat arus petikemas di wilayah tersebut menjadi salah satu indikator penting dalam memantau dinamika perdagangan dan distribusi barang nasional.
Kinerja Positif Terminal Di Berbagai Wilayah
Selain di kawasan Jakarta, sejumlah terminal IPC TPK di daerah lain juga mencatatkan pertumbuhan arus petikemas yang cukup baik pada awal tahun.
Kinerja positif juga tercatat di sejumlah terminal IPC TPK di luar Jakarta. Hingga Februari 2026, arus petikemas di Area Pontianak mencapai 43.550 TEUs, meningkat sekitar 4,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 41.504 TEUs.
Di Area Panjang, arus petikemas tercatat 20.660 TEUs, tumbuh 20,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 17.075 TEUs. Sementara itu, Area Teluk Bayur mencatat arus petikemas sebesar 18.561 TEUs, meningkat 7,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 17.220 TEUS.
"Pertumbuhan arus petikemas ini menunjukkan aktivitas logistik yang tetap terjaga di berbagai wilayah operasional kami," jelas Pramestie.
Peningkatan di berbagai wilayah tersebut menunjukkan bahwa aktivitas distribusi tidak hanya terpusat di pelabuhan utama, tetapi juga berkembang di sejumlah pelabuhan regional yang melayani kebutuhan logistik daerah.
Peran IPC TPK Dalam Jaringan Logistik Nasional
Pihaknya akan terus mendorong komunikasi dan koordinasi lintas fungsi dengan berbagai pemangku kepentingan. Kolaborasi ini menjadi kunci untuk memastikan kelancaran arus logistik, khususnya pada periode dengan aktivitas distribusi yang meningkat.
PT IPC Terminal Petikemas atau IPC TPK merupakan operator terminal yang memberikan pelayanan petikemas dengan sistem jaringan yang terintegrasi antar pelabuhan dan dikelola secara professional. IPC TPK adalah salah satu anak usaha Subholding PT Pelindo Terminal Petikemas.
Sebagai operator terminal petikemas, IPC TPK memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran arus barang di berbagai pelabuhan strategis di Indonesia.
PT IPC Terminal Petikemas beroperasi di 6 area kerja yaitu Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Pelabuhan Pontianak Kalimantan Barat, Pelabuhan Panjang Lampung, Pelabuhan Palembang Palembang, Pelabuhan Teluk Bayur Padang, dan Pelabuhan Jambi Jambi.
Melalui jaringan operasional yang tersebar di berbagai wilayah tersebut, IPC TPK terus berupaya memperkuat pelayanan logistik nasional sekaligus memastikan distribusi barang berjalan lancar di tengah meningkatnya aktivitas perdagangan dan kebutuhan masyarakat.