GOTO

GOTO Catat EBITDA 2 Triliun Sepanjang Kinerja Keuangan 2025

GOTO Catat EBITDA 2 Triliun Sepanjang Kinerja Keuangan 2025
GOTO Catat EBITDA 2 Triliun Sepanjang Kinerja Keuangan 2025

JAKARTA - Industri teknologi digital di Indonesia terus menunjukkan perkembangan pesat dalam beberapa tahun terakhir. 

Perusahaan teknologi besar berlomba meningkatkan kinerja keuangan sekaligus memperkuat ekosistem layanan yang mereka miliki. Salah satu perusahaan yang mencatatkan capaian signifikan adalah PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk atau GOTO.

Sepanjang tahun 2025, perusahaan teknologi ini berhasil mencatatkan peningkatan kinerja yang cukup kuat. Tidak hanya dari sisi transaksi, tetapi juga dari sisi profitabilitas yang semakin membaik. Pencapaian tersebut menunjukkan bahwa strategi bisnis yang dijalankan perusahaan mulai memberikan hasil positif.

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) membukukan EBITDA Grup sebesar Rp 2 triliun sepanjang 2025. Capaian ini meningkat dari target yang ditetapkan pada kisaran Rp 1,8 triliun hingga Rp 1,9 triliun di tahun 2025.

Direktur Utama Grup GOTO, Hans Patuwo, mengatakan perseoran mencatatkan kinerja positif dengan GTV inti meningkat 49%. Ke depan, GOTO menargetkan EBITDA Grup naik 59-69% di kisaran Rp 3,2 triliun hingga Rp 3,4 triliun.

"Kami mencatatkan kinerja yang kuat di kuartal keempat dan selama tahun 2025, dengan GTV inti meningkat 49% secara tahunan dan EBITDA yang disesuaikan mencapai Rp 2 triliun, melampaui pedoman yang telah kami tetapkan. Seiring berlanjutnya momentum ini, kami menetapkan pedoman EBITDA yang disesuaikan untuk 2026 di kisaran Rp 3,2-3,4 triliun," ungkap Hans.

Kinerja Keuangan Goto Sepanjang Tahun

Pertumbuhan kinerja GOTO sepanjang tahun 2025 menjadi salah satu indikator bahwa perusahaan berhasil memperkuat strategi bisnisnya di berbagai sektor layanan digital. 

Perusahaan tidak hanya berfokus pada ekspansi pengguna, tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional untuk memperkuat profitabilitas.

Ia menjelaskan, pertumbuhan laba perseroan diperkirakan tumbuh berkelanjutan di seluruh lini bisnis Financial Technology dan On-Demand Services sepanjang 2026. 

Sementara pendapatan GOTO ditargetkan tumbuh lebih kuat pada semester II. Hans menambahkan, perusahaan akan fokus pada segmen affluent maupun mass market. Selain itu, GOTO juga akan melanjutkan investasi pada kapabilitas utama.

"Kami memperkirakan pertumbuhan pendapatan yang lebih kuat pada paruh kedua tahun ini seiring peningkatan kemampuan kami dalam melayani segmen mass market dengan lebih baik," jelasnya.

Strategi Pertumbuhan Bisnis Tahun Mendatang

Manajemen GOTO juga menilai bahwa pencapaian tahun 2025 menjadi landasan penting untuk pengembangan bisnis di tahun-tahun berikutnya. Perusahaan terus berupaya memperluas layanan digital yang terintegrasi dalam ekosistemnya.

Sementara itu Direktur Keuangan Grup GoTo, Simon Ho, menjelaskan perusahaan berhasil mencetak pertumbuhan pendapatan dan profitabilitas. Menurutnya, kinerja sepanjang tahun 2025 menjadi fondasi solid untuk pertumbuhan berkelanjutan dan profitabilitas di tahun 2026.

GOTO menargetkan EBITDA yang disesuaikan di kisaran Rp 1,4 triliun hingga Rp 1,5 triliun untuk segmen Financial Technology (Fintech). Sementara untuk segmen On Demand Services (ODS) sebesar Rp 1,7 triliun hingga Rp 1,8 triliun sepanjang tahun 2026.

"Kinerja setahun penuh ini juga menjadi fondasi solid untuk pertumbuhan yang berkelanjutan dan profitabilitas seiring fokus kami menjalankan strategi di tahun 2026," jelasnya.

Pertumbuhan Transaksi Dan Pendapatan Perusahaan

Selain peningkatan profitabilitas, GOTO juga mencatatkan pertumbuhan signifikan pada nilai transaksi dalam ekosistemnya. Hal ini menunjukkan semakin besarnya aktivitas pengguna yang memanfaatkan layanan perusahaan.

Sebagai informasi, GTV Inti Grup GOTO tumbuh 57% secara tahunan menjadi Rp 124 triliun pada kuartal IV. Angka tersebut juga naik 49% sepanjang tahun 2025 menjadi Rp 400 triliun.

Total GTV naik menjadi Rp 212 triliun, atau tumbuh 47% sepanjang kuartal IV. Kemudian sepanjang tahun 2025, GTV GOTO meningkat 32% menjadi Rp 686 triliun.

Kemudian untuk pendapatan bersih naik 19% menjadi Rp 5 triliun pada kuartal IV 2025. Kemudian sepanjang tahun 2025, pendapatan GOTO naik 24% menjadi Rp 18,3 triliun.

Sejalan dengan meningkatnya jumlah Pengguna yang Bertransaksi Tahunan (ATU) Grup sebesar 24% secara tahunan menjadi 66 juta pengguna. EBITDA Grup yang disesuaikan mencapai Rp 672 miliar pada kuartal IV atau naik sekitar 106%.

Fondasi Keuangan Dan Arus Kas Perusahaan

Kinerja keuangan yang semakin kuat juga tercermin dari arus kas perusahaan yang menunjukkan tren positif. Hal ini menjadi indikator penting bagi keberlanjutan bisnis serta kemampuan perusahaan untuk terus melakukan investasi.

Perseroan juga membukukan arus kas bebas yang disesuaikan sebesar Rp 748 miliar pada kuartal IV, atau sekitar Rp 966 miliar untuk tahun buku 2025. Kemudian untuk imbalan jasa e-commerce dari PT Tokopedia mencapai Rp 193 miliar pada kuartal IV, atau mencapai Rp 820 miliar sepanjang tahun 2025.

Dengan berbagai capaian tersebut, GOTO dinilai memiliki fondasi keuangan yang semakin solid untuk melanjutkan ekspansi bisnis di masa depan. Perusahaan juga terus berupaya meningkatkan kualitas layanan bagi pengguna sekaligus memperkuat ekosistem digital yang telah dibangun selama ini.

Kinerja yang konsisten serta pertumbuhan transaksi yang terus meningkat diharapkan dapat menjadi pendorong utama bagi perusahaan dalam mempertahankan momentum positif pada tahun-tahun mendatang.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index