JAKARTA - Wilayah Merauke di Papua kian mendapat perhatian serius pemerintah dalam peta besar pembangunan ketahanan pangan nasional.
Kawasan ini dinilai memiliki potensi luar biasa untuk dikembangkan sebagai food estate berskala besar, seiring kebutuhan Indonesia untuk memperkuat pasokan pangan jangka panjang.
Pemerintah melihat Merauke bukan sekadar alternatif, melainkan kandidat utama lumbung pangan nasional berbasis modern farming.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa kualitas lahan di Merauke memiliki keunggulan signifikan dibandingkan lahan pertanian di Australia.
Penilaian tersebut bukan sekadar asumsi, melainkan berdasarkan kajian dan pengamatan para ahli pertanian internasional yang telah meneliti karakteristik tanah di wilayah tersebut.
"Kalau dari berbagai expert (ahli) dari Australia mengatakan tanah di Merauke dibandingkan Australia itu lebih baik sehingga mereka para ahli dari Australia juga percaya bahwa Merauke bisa dikembangkan menjadi lumbung pertanian," kata Airlangga.
Pernyataan ini menegaskan bahwa Merauke memiliki modal dasar kuat untuk mendukung produksi pangan nasional secara berkelanjutan.
Keunggulan Lahan Dan Potensi Hasil Panen
Airlangga menjelaskan, keunggulan Merauke tidak hanya terletak pada kesuburan tanahnya, tetapi juga pada potensi hasil panen atau yield yang dinilai lebih tinggi.
Dengan penerapan metode budidaya yang sama seperti yang digunakan di Australia, kawasan ini diproyeksikan mampu menghasilkan produksi yang lebih optimal.
Para ahli menilai struktur tanah, kondisi iklim, serta ketersediaan lahan yang luas menjadi kombinasi ideal bagi pertanian skala besar. Faktor-faktor tersebut memberikan peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan produktivitas tanpa harus melakukan pembukaan lahan secara berlebihan di wilayah lain.
"Mereka melihat bahwa yield dan yang lain dengan metode yang sama, Merauke bisa menghasilkan lebih baik daripada Australia. Nah, inilah yang menjadi tantangan kita ke depan," ujar Airlangga.
Tantangan yang dimaksud tidak hanya berkaitan dengan teknis budidaya, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia, teknologi, serta sistem pendukung agar potensi besar tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Pengembangan Tebu Terintegrasi Energi
Salah satu fokus utama pengembangan food estate di Merauke adalah komoditas tebu. Pemerintah melihat tebu bukan hanya sebagai bahan baku pangan, tetapi juga sebagai komponen penting dalam mendukung agenda transisi energi nasional melalui produksi etanol.
Pengembangan tebu di Merauke dirancang terintegrasi dengan produksi etanol untuk memenuhi kebutuhan campuran bensin E5 dan E10. Kebutuhan etanol nasional untuk skema tersebut diperkirakan mencapai dua hingga tiga juta kiloliter, sehingga memerlukan basis produksi yang kuat dan berkelanjutan.
Dengan pendekatan terintegrasi ini, sektor pertanian tidak hanya berkontribusi pada ketahanan pangan, tetapi juga berperan dalam memperkuat ketahanan energi nasional.
Pemerintah menilai integrasi pangan dan energi menjadi langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan impor sekaligus meningkatkan nilai tambah sektor pertanian.
Pengembangan tebu di Merauke diharapkan mampu menciptakan ekosistem industri baru yang melibatkan petani, pelaku usaha, hingga industri pengolahan berbasis energi terbarukan.
Modern Farming Jadi Kunci Keberlanjutan
Untuk memastikan keberhasilan food estate Merauke, pemerintah berkomitmen mendorong penerapan modern farming secara menyeluruh.
Pendekatan ini mencakup penggunaan teknologi pertanian terkini, mekanisasi, serta sistem pengelolaan lahan yang efisien dan ramah lingkungan.
Pemerintah juga memperkuat infrastruktur pendukung, mulai dari pembangunan dan perbaikan jaringan irigasi, penyediaan alat dan mesin pertanian modern, hingga penggunaan bibit unggul yang dikembangkan melalui riset berbasis genom.
Langkah ini bertujuan meningkatkan produktivitas sekaligus daya saing pertanian nasional.
Airlangga menegaskan bahwa integrasi sistem pangan dari hulu hingga hilir menjadi elemen kunci dalam pengembangan food estate Merauke.
Dengan sistem yang terintegrasi, proses produksi, distribusi, hingga pengolahan dapat berjalan lebih efisien dan memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional.
Ke depan, food estate Merauke diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai pusat produksi pangan dan energi, tetapi juga menjadi model pembangunan pertanian modern yang berkelanjutan.
Dengan memanfaatkan keunggulan lahan dan dukungan kebijakan yang konsisten, kawasan ini diproyeksikan menjadi salah satu pilar utama ketahanan pangan dan energi Indonesia di masa depan.